Neuro Associative Conditioning (NAC), yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah teknik pengkondisian otak (neuro) dapat digunakan untuk menghilangkan trauma, phobia, meningkatkan percaya diri, melatih kekuatan bawah sadar (sub-conscious mind), dan menguasai teknik komunikasi yang efektif.
Teknik NAC ini dikembangkan oleh Anthony Robbins, motivator no.1 dunia. Berasal dari keluarga yang miskin, Tony (Anthony Robbins) harus bekerja menjadi janitor (tukang bersih WC) untuk membiayai high school nya. Tidak memiliki biaya untuk college, Tony pergi setiap hari ke perpustakaan dan membaca ribuan buku. Dari buku-buku itulah Tony mengembangkan teknik NAC. Saat ini Tony menjadi motivator paling populer di dunia dan telah menjadi penasehat tokoh-tokoh penting, mulai dari olahragawan seperti Andre Agassi, sampai pemimpin-pemimpin perusahaan dan negara seperti Mikhail Gorbachev, Nelson Mandela, Ronald Reagan, dan Bill Clinton.
NAC System di Indonesia
NAC dibawa ke Indonesia oleh Ronald Nurdanadarma yang biasa dipanggil K' Ronald. Setelah tinggal selama kurang lebih 20 tahun di Amerika dan puluhan kali mengikuti seminar untuk belajar langsung dari Anthony Robbins, K' Ronald mendapatkan sertifikasi sebagai NAC Specialist dengan hasil terbaik dari 1200 peserta ujian pada angkatannya. Di Indonesia NAC dikembangkan sejak tahun 1994 dan telah dimodifikasi dan disesuaikan terhadap kondisi dan budaya bangsa Indonesia. NAC System sudah terbukti sukses membantu banyak perusahaan, organisasi, dan individu meraih sukses sesuai dambaan.
Saya, Arief Adinoto, adalah trainer yang dididik oleh K'Ronald, dan telah menjadi trainer sejak masih kuliah di tingkat 4. Sejak tahun 2006 saya telah memiliki dan menjalankan perusahaan pelatihan saya sendiri dengan bendera yang sama, NAC System. Dalam 2 tahun ini saya telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 1500 orang, mulai dari pelajar SMP hingga Direktur Perusahaan Nasional.
Silahkan bergabung dalam pelatihan kami, dan nikmati perubahan positif yang nyata pada diri anda.
Live With Passion!
Arief Adinoto
Thursday, March 13, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Ngetes isi comment..
ReplyDeleteAyo..ayo.. semua kasih comment ya..
Terima kasih banyak..
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteAnda sudah menjadi trainer dari kuliah tingkat 4? wow... Saya juga ingin menjadi trainer, hanya saja tidak tau bgmana.
ReplyDeletesalam,
ferdy d.savio
http://www.ferdydsavio.co.cc
K'arief,aku juga mau dong jd co-trainer or trainer..tell me d way..thx
ReplyDeletemohon penjelasanya mas arif, bedanya NAC dengan NLP itu apa ya..?
ReplyDeletesetahu saya anthony robbins adalah murid dari co foundernya nlp gitu,
mohon explainya, he he
ze_sho@yahoo.co.id
mas mau nanya, bedanya nac dengan nlp itu apa ya..?
ReplyDeletekok kayaknya sama aja,
melihat antony robbins adalah murid dari richard bandler
Betul, Anthony Robbins dulu instruktur NLP juga. Tentu saja dasarnya sama. Setelah mempraktekkan NLP, Tony menyimpulkan bahwa otak kurang tepat dikatakan diprogram. Otak lebih tepat dikondisikan. Selain itu, Tony mengembangkan metode dan kemasan pelatihan dari tipe kursus, menjadi Edutainment. Metode Tony yang mengemas seminarnya seperti konser, penuh semangat dan kegembiraan ternyata sangat diminati, sehingga seminarnya selalu dihadiri ribuan orang. Setelah kesuksesan Tony, para instruktur NLP juga banyak yang mengikuti format kemasan yang digunakan Tony, jadi sekarang seperti sama. Bagi saya NLP atau NAC, itu hanya nama yang dasar ilmunya sama. Hanya saja kami mendapat certified dari Tony sebagai NAC Specialist.
ReplyDeleteSemoga penjelasan ini bisa menjawab.
Terima kasih
baik, terimakasih..!
ReplyDeletepenjelasan yang memuaskan,
senang bisa berkenalan dengan anda..!
semoga bisa jadi sahabat selalu..!
excellent.its trully caught my mind.=)
ReplyDelete